Alkid jogja dikala sore
Beginilah sedikit potret alun - alun selatan dikala sore. Bagi warga jogja lebih enak menyebut alkid singkatan dari alun - alun kidul. Nyebutnya pendek dan pastinya jawa banget :D.
Alun alun selatan jogja dikala sore merupakan tujuan rekreasi bagi anak - anak. Disini banyak sekali permainan mulai naik gajah, mobil - mobilan, odong - odong, mandi bola, mancing , becak mini, kuda tunggang, andong kuda poni dan yang paling mengenaskan andong kambing ( hikss.. kasihan sekali kambingnya ). Tarif untuk sebuah permainan mulai dari 2000 rb hingga 4000 rb . Selain itu juga banyak dijual mainan - mainan yang menggoda anak - anak.
Sedangkan wisata kuliner yang bisa dinikmati disini ada sate sunggi /sate madura, tela - tela, siomay, cilok, tempura, wedang ronde, es tebu dll. Makanan yang tidak terlalu berat seperti ini memang paling cocok dinikmati saat sore.
Akhir kata dari sedikit informasi ini , teteeeppppp love jogja dengan segala budaya dan kehidupannya ![]()
Rawa Jombor
Mumpung week end ini nginap di klaten , jadi paginya menyempatkan diri jalan - jalan ke obyek wisata di klaten.
Rawa Jombor , dahulu lebih dikenal sebagai obyek wisata pemancingan. Selain itu juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk budidaya ikan terumbu. Seiring berjalannya waktu bukan hanya tempat untuk memancing tapi juga wisata kuliner warung apung.
Rawa yang sebenarnya danau semi buatan pada zaman Belanda itu luasnya hampir mencapai 12,7 kilometer persegi. Pemandangan indah perbukitan kapur yang menghijau di sekeliling rawa menjadi daya tarik mengagumkan. Dari Kota Klaten, jarak ke Rawa Jombor kurang lebih 8 kilometer ke arah selatan. Tepatnya di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.
Disini ada sekitar 22 warung apung dengan menawarkan berbagai macam fasilitas mulai dari organ tunggal, ayunan, bebek obel dll. Kami memilih warung apung yang paling ramai dan ternyata warung apung pertama kali yang didirikan di sini. Menunya sih pastinya berbagai macam ikan.
Selain rowo jombor , objek wisata yang bisa dikunjungi lainnya disekitar sini adalah Sendang Bulus Jimbung. Sendang yang didiami bulus ini berada tepat dibawah pohon besar rimbun. Tapi sayang waktu kami kesini tak satupun bulus yang terlihat.
Menurut cerita, Sendang Bulus Jimbung dihuni Kyai dan Nyai Poleng, yang pada waktu itu Kyai Poleng dan Nyai Poleng adalah abdi dari Dewi Mahdi yang kemudian disabda menjadi bulus lalu Pangeran jimbung menancapkan tongkatnya dan terjadilah sendang yang namanya Sendang Bulus Jimbung. Karena tempat berdiamnya bulus Kyai Poleng dan Nyai Poleng, menurut cerita barang siapa datang ke Sendang Bulus Jimbung untuk meminta kekayaan, bila permohonannya terkabul badannya akan menjadi Poleng seperti Bulus Jimbung.
Serem juga makanya jadi segan buat motret Sendang ini. Dari kesemua yang dilihat paling takjub sama rumah diatas bukit kapur itu, bisa - bisanya bikin seperti itu.













