Usaha baru
Trying to find a real way to make honest money from home <– ini adalah status ym ku beberapa bulan ini. Semua buku tentang marketing , tabloid peluang usaha, majalah pengusaha dll menjadi bacaan wajib guna menemukan ide usaha apa yang akan dijalani. Maunya usaha yang tetap di rumah biar masih bisa ngurus anak dan suami. Dan tiba - tiba saja ide itu datang dibeberapa hari terakhir ini. Kini kami sudah memulai usaha kami masing - masing. Suami masih ga jauh - jauh seputaran web dan aku dengan ” sesuatu ” yang baru bagiku. Semoga usaha kami menampakan hasil dan kemajuan yang berarti. Kami berusaha dan biarlah Tuhan yang menentukan. Dan jika nantinya ” keputusan besar “ kami datang, mudah2an kami sudah bisa mendapat hasil dari usaha ini. Bukannya ga mau ngasih tau usaha yang lagi ditekuni tapi biarlah nanti orang sendiri yang tahu (paling yang ngasih tau mbah google hehehe). Karena membutuh konsentrasi penuh jadi harap maklum saja jika dah jarang lagi ngeblog disini.
keputusan besar? tunggu di postingan berikutnya ![]()
Deles indah klaten
Foto diatas diambil saat pagi hari dari depan rumah di klaten. keren khan bisa lihat merapi yang sepertinya sebegitu dekat hehe. Melihat pemandangan ini bikin kami ingin ke objek wisata Deles indah. Wisata Panorama alam dan hawa sejuk di Deles yang tidak kalah dari Kaliurang, Yogyakarta. Selain itu ada Gua Jepang dan Bumi Perkemahan.
Dan sampe disana ternyata sepi sekali. Hutan diselimuti kabut dan hawa yang sangat dingin, lebih dingin dari kaliurang karena memang jarak deles lebih dekat dari merapi. Tak banyak yang berkunjung, yang ada hanya anak muda asyik berpacaran dibawah pohon, ada yang mondar - mandir mencari tempat yang tak terlihat hahaha, Ada juga sepasang lelaki di hutan kok menghadap laptop dan ternyata lagi nonton film.
Konon Deles indah meraih kejayaannya sekitar tahun 1986 - 1995. Namun kejayaan itu meredup dengan semakin maraknya penambangan pasir . Kamipun tidak menyangka jalan yang akan dilalui sebegitu dasyatnya. Kami harus berbagi jalan dengan truk - truk pengangkut pasir yang hampir 90% sebagai pengguna jalan tentunya. Tak heran jika jalan banyak yang rusak malah tergolong rusak berat. Dan tanjakan yang begitu curam makin kesulitan dalam melaju kendaraan. Hampir saja kami mengurungkan niat dan balik pulang.
Meskipun pemerintah daerah berdalil tidak ada ” anggaran ” untuk Deles indah karena cuma ” obyek wisata kecil ” setidaknya bisa tegas pada para penambang pasir. Karena salah satunya bikin males ke Deles karena jalannnya yang rusak berat dan harus extra waspada karena berbagi jalan dengan begitu banyaknya truk - truk pengangkut pasir.




