Kesan yang buruk di JogjaFoodFest jalan kaliurang
Sebenarnya ga ada niat untuk posting tapi sungguh kejadian ini buatku jengkel berat.
Sore tadi sekitar jam 5 an aku, suami dan anakku stella pergi ke tempat makan food fest jalan kaliurang. Tidak ada niat untuk kesana tapi saat itu aku pengen makan tongseng jamur karena tempat makan yang ada menu itu paling deket food fest jadi kesanalah kami.
Ketika baru saja duduk seorang waiter datang mengusir memberitahu secara halus kalo tidak boleh membawa makanan dalam bentuk apapun. Begitu kagetnya kami! Cuma sebungkus snack citato yang dibawah anak kecil umur 3 tahun sampe mereka mengusir pelanggan?
OH noooo.. cukup sudah untuk datang ke food fest lagi ! Mereka tidak mau mendengar penjelasan dari kami. Yang sebenarnya ga ada maksud untuk bawa sebungkus kecil snack tapi karena saat itu anakku stella nangis biar diem dan ga rewel musti dipegangin snack kesukaannya. Sungguh amat disayangkan sekali padahal kami sering makan ke situ dan beberapa kali merayakan ultah disitu. Walau cuma 4x yang kuposting.
Ketika kami minta kontak dengan GM-nya malah mendapat tanggapan sinis. Jika saja mereka menghormati kami saat itu maka tidak segan aku buat kirim email ke GM foodfest bukan posting begini. Tapi sungguh tidak sedikitpun ada kata maaf dari mereka para waiter/waitress.
Postingan ini bukan provokasi cuma sekedar pembelajaran dan mengingatkan buat yang mau makan di food fest membawa anak kecil. Jangan sekali2 dalam posisi menyuapin ( biasanya pasutri yang makan sambil membawa bayi dan baby sitter) ato anaknya membawa permen, biskuit, snack dll apapun alasannya (biasanya para ortu begitu biar anaknya ga bosan dan rewel). Jika anda tidak mau mendapat pengusiran!
Peraturan sih peraturan tapi keterlaluan sekali sampe bayi dan kecil menjadi target mereka! Sebaiknya dipasang besar – besar peraturan itu didepan pintu masuk biar semua orang tahu. Maaf jika kami telah melanggar peraturan food fest. Karena kami sama sekali tidak tahu mengenai peraturan ini.
Saking stressnya sampe tempat makan yang kami kunjungi setelah dari foodfest , kami tanyakan boleh tidak anak kami memegang makanan kecil (snack, permen, biskuit dll).
Postingan lain versi suami ,
kami tidak janjian untuk memposting ini . Sungguh kesan sangat buruk dan mendalam bagi kami. Ini untuk pertama kalinya kami mengalami pengusiran peraturan seperti ini. Hampir seluruh tempat makan di jogja sudah kami kunjungi . Bukan semata karena hobi kami mencicipi makanan diluar dan berwisata kuliner. Karena nantinya pada web resep kami akan ada page tentang wisata kuliner dan masakan rumah ( lagi dipersiapkan ). Kami ingin yang original , tidak tinggal copas dari blog wisata kuliner orang lain.
Dan karena kegiatan wisata kuliner tersebutlah sehingga aku harus extra kepada anakku stella. Di tas selalu membawa sedotan, sendok bahkan kotak makan khusus buat stella jika pas kebetulan kami jadwal wisata kuliner tapi stella belum makan. Aku selalu mengusahakan stella kenyang dulu dan makan makanan dari rumah yang aku jamin kesehatannya. Buat anak sekecil ini , aku ga brani ambil resiko.
Comments
27 Responses to “Kesan yang buruk di JogjaFoodFest jalan kaliurang”
waduh kok sampe segitunya ya pelayanannya, klo bgitu terus jelas akan terus ditinggal pelanggan, padahal cuma sebatas snack, apalagi klo bawa beras sekarung, aneh2 aja
Lagi2 aku hanya bisa menjawab ..begitulah peraturan!
wah perlu dibenahi tuh pelayanannya, padahal besok pulang ke yogya mau nyoba kesana,
Jangan karena postinganku trus ga kesana loh mas.. cuma yah itu walau lagi ngemut permen harus dibuang juga dari mulut hehehe
Koq sampai begitu ya…??
itulah peraturan..katanya
pernah juga tuh ngalamin yg kek gitu tp di restoran cepat saji di Pondok Indah kemungkinan besar krn pakean yg kmi kenakan ga selayaknya orang kaya kali ya jd kesannya kmi ga bsa bayar makanan disitu…bener2 bikin sakid hati
kok sampek gitu ya…
kalo saya ga pernah sampek gitu, lha wong paling banter saya makan di warteg bu…
Wah saya belom pernah ke Foodfest e mbak, seringnya malah nongkrong di tempat ngopi seberang jalannya itu…
Ya kalo pelayanannya kaya gitu mending gak usah balik lagi aja, masih banyak kok tempat makan yang komplit laennya di Jogja…salam kenal mbak…
Wah kok kelewatan banged siy, masa hanya gara2 sebungkus snack aja. Dikiranya kita org ga mampu apa sampe bawa2 makanan dr luar? Masukin ke surat pembaca mbak dan buat surat pengaduan resmi deh.
saran aza dari sesama cah jogja
makaan aza dilesehan, sama aza kan,namanya fastfood
mungkin tempatnya taksemoderan yg biasa anda datangi,
tapi rasa bisa diadu, dan kesopanan sebagai “orang kecil” yang menganggap pelanggan adalah “raja” amat terasa
kasihan waitressnya, koq gk bisa membedakan mana yg ‘bener’ di larang ma yg enggak.
November 30th, 2008 2:58 pm
sokor foodfest..! Kepada foodfest seharusnya segera menanggapi kl tidak citra ini tambah buruk dan hancur.. hati2 dlm melayani, melayani dgn hati.
Tongseng yang di jl kaliurang ini beda dengan tongseng yang di alun-alun solo ya?
lah kalo bayi yg harus bawa biskuit untuk makan gimana tuh? aneh2 aja peraturan jaman sekarang
btw, disitu ada jualan makanan bayi ga?
klo ga ya ngawur tuh rumah makan. masak bayi hrs makan tongseng.
maafin aja deh mas, diakan cm pelayan..hrsnya mmg pemilik atawa manajer yg harus slalu kontrol sembari ngingetin tuk pinter2 baca aturaan, ya g mas? makasih kunjungannya.
wahhh kok gitu yah pelayanannya. mmmm tunggu2 aja tuh 3 atau 5 tahun lagi mungkin sudah gulung tikar kalau pelayannan masih kayak gitu2 aja
Salam Hormat Bapak Ray & Ibu Leah,
Pertama-tama saya selaku General Manager FoodFezt mengucapkan terima kasih atas posting berupa hard protest, ternotifikasi ke email beberapa jam yang lalu, yang saya anggap benar-benar sebagai bentuk perhatian Bapak dan Ibu terhadap FoodFezt. Kemudian selanjutnya saya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak dan Ibu rasakan. Begitu pun saya meminta maaf apabila Bapak dan Ibu merasa mendapat respon yang buruk berupa kesinisan dari divisi yang ada di FoodFezt.
Beberapa hal hendak saya respon kepada Bapak dan Ibu sehubungan dengan posting Bapak dan Ibu tersebut;
Koneksi internet di FOODFEZT down tanggal 27 November yang lalu karena ada perpindahan pihak penyedia jasa layanan maintenance, dan hingga tulisan ini saya buat YM kamipun belum aktif. Dijadwalkan sore ini koneksi internet kami akan kembali normal lagi. Mohon maaf juga apabila Bapak dan Ibu tidak bisa contact kami melalui YM FoodFezt.
Adapun yang hendak saya sampaikan sehubungan dengan bagaimana waiter di FoodFezt merespon ataupun berlaku ketika Bapak dan Ibu bersama putra kala itu membawa Snack/chiki.
Ketika waiter kami menjawab ’itu sudah peraturan’ atau ’memang begitu peraturannya.’, memang yang bersangkutan sedang menjalankan SOP yang berlaku di FoodFezt dan juga mungkin di beberapa restoran yang lain.
SOP ’tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman dari luar’ ini sebenarnya merupakan respons dari beberapa kejadian yang terjadi selama perjalanan FoodFezt berdiri akhir tahun lalu. Menanggapi comment rivermaya diblog Bpk. Ray, ada juga lho customer yang terang-terangan membawa nasi bungkus, lunchbox Fried Chicken, atau snack sebagai lauk yang kemudian disantap di FoodFezt.
Kami menyadari bahwa menentukan batasan kapan dan bagaimana SOP tersebut berlaku haruslah sangat berhati-hati (atau bisa dibilang riskan) dan kami juga menyadari bahwa customer kami pastilah sangat beragam dalam merespons peraturan tersebut. Ada customer yang memahami, ada customer yang tidak peduli, bahkan ada pula customer yang kemudian mengalami kekecewaan yang mendalam pada praktek aplikasi SOP tersebut seperti yang dialami Bapak dan Ibu. Sekali lagi, untuk ini saya atas nama pribadi dan institusi mohon maaf.
Memang benar divisi servis menjalankan peraturan yang ada. Divisi service menjalankan SOP untuk mengingatkan, tapi tentunya tidak bermaksud mengusir customer. Begitu pula dengan kejadian yang Bapak dan Ibu alami. Saya pribadi sudah mendapat report tentang hal tersebut pada hari kejadian dan kami sudah rapatkan dihari itu juga untuk kemudian merubah beberapa hal sehubungan dengan tetap berlakunya peraturan tersebut, salah satunya adalah dengan lebih peka terhadap kebutuhan para customer.
Kami juga ingin sedikit mengklarifikasi, ketika customer membawa bayi, yang juga disertai susu, botol susu, biskuit bayi, maupun air panas dalam termos, hingga sekarang tidak pernah (dan tidak akan pernah) dilarang ataupun dipermasalahkan.
Sekali lagi saya mohon maaf atas kekecewaan yang dirasakan Bapak dan Ibu. Dengan adanya posting Bapak dan Ibu ini, saya juga telah menjadwalkan evaluasi internal pada divisi service, agar FoodFezt bisa melayani customer dengan lebih baik.
Hormat Saya,
FoodFezt General Manager
Fajar Handika P.
http://andylicate.wordpress.com
ps: Saya sangat berharap apabila ada comment ataupun complaint mengenai FoodFezt, bisa disampaikan ke info@foodfezt.com atau direct ke email saya di andy[at]foodfezt[dot]com
mbak leah tdk salah kok memosting ini biar menjadi masukan, bahkan warning, buat food fest bahwa menghormati tamu, lebih2 pelanggan seperti mbak leah dan keluarga, merupakan keharusan buat mereka. taruhlah membawa makanan kecil atau snack itu merupakan larangan, tapi seharusnya pihak waiter tahu bagaimana cara bersikap yang terbaik buat pelanggannya. ok, deh, mbak, semoga persoalannya jadi makin jelas.
Jawaban atas permintaan maaf Bp. Andy selaku GM dari jogja food fest ada di blog saya, mewakili jawaban saya dan istri saya, untuk selanjutnya semoga saling tukar pendapat baik disini atau di blog saya bisa menjernihkan masalah dan membuat semuanya menjadi lebih baik, baik itu untuk jogja food fest ataupun buat kami sekeluarga.
Wah, langsung ditanggapi sama yang berwenang di foodfest nih, manteb. Tidak seperti keluhan saya beberapa waktu lalu, yang sampai saat ini belum ada tanggapan sama sekali dari pihak yang saya protes…
Untung aku sama keluarga belum pernah kesitu. Main ke rumah yah, maaf lho kalo gak bisa kesana, suami ama raysan sakit soalnya.
wah klo di tempat laen berlomba-lomba menjadikan customer sbg raja.. di situ malah seperti itu ya?
salam kenal..wah sudah menetap di Jogja yah..
malu2 in warga jogja yah, baru masuk kota jogja sudah disuguhi perilaku yg overacting. maunya profesional, tetapi malah jadi disoriented. lama2 juga gak alku itu, menyakiti hati banyak konsumen. konsumen bukan di jadikan raja, tetapi dijadikan tumbal. begitulah cntoh budi pekerti yg salah kaprah.
http://sabdalangit.wordpress.com
“membangun bangsa yg berbudi-pekerti luhur”
[...] Andy, sawali tuhusetya, sapimoto, dewi, Waw , sabdalangit yang telah datang dan komen di postingan sebelumnya. Maaf belum sempat merespon dan kunjungan balik. Lagi persiapan toko online kedua yang akan [...]
udah cukup lama ndak mampir foodfest nih.
semoga jadi pemicu bagi foodfest untuk lebih baik.
kadang memang sulit menerapkan aturan, batas2nya sering rancu. butuh ujung tombak (pelayan) yang bijak dalam menyikapi setiap kejadian.
tapi pihak pelayan kadang repot juga, mau improve takut kena sanksi. ndak improve terhadap sikon, ntar pelanggan tidak terlayani dengan baik.
hehehe
Kita sama2 punya keluhan di foodfezt
walapun saya baru baca akhir tahun 2009 ini(gara2 iseng2 kelaperan dan search mbah Google “my teacher yg ke-2″)…saya tersentak kaget…ternyata temapt makan favorit yg udah saya kunjungi selama tinggal kurang lebih 3-thn diJogja punya sedikit rule ato SOP yg “sak klek”,ckckck…hmmm,pa lgi ini kan hanya masalah kecil yg bisa menjadi besar karena sebuah SOP,sebenernya saya kurang setuju saja,tpi syukur jika pihak JogjaFoodFest telah memberikan sebuah (”exception” for a children age baby-infants),maka saya dengan ini menyatakan bangga atas kebijakan “jalan tenggah” tsb,toh klo dipikir anak kecil usia segitu belum menggerti dengan apa itu “SOP”,setidakanya juga snack tsb kan bertujuan dapat meringankan ortu agar sang buah hatinya tidak rewel,krna otomatis ortunya bakal dibuat repot dan tidak merasa santai selama waktu santap hidangan di JogjaFoodFest,sehingga pelanggan sekeluarga betah selama berada di JogjaFoodFest atau mungkin saya sarakan pada saat masuk udah dipasang tulisan peraturan tsb didepan pintu masuk agar semua barang makanan dan minuman dapat dititipkan didepan sblm masuk….
thank’s buat bunda beserta suami yg udah nulis postingani ini,moga bisa jadi sebuah cerita unik buat si buah hati anda,dan juga ini menjadi masukkan/koreksi penting buat JogjaFoodFest dan kesadaran seikhlasnya bagi para pelanggan setianya…salah satunya saya
…thank’s before for all
n peace for Indonesia
Leave a Reply


Ada yang bilang: antara provokasi dan mengingatkan beda tipis he he …mBuh, yang penting esesnsinya.
Buat pembelajaran aja lah pak heueheu