Lilypie 3rd Birthday Ticker

Stigma yang kejam

 Sebuah komentar dari postingan PRT

Wempi May 15th, 2008 4:52 am
Jadi ibu rumah tangga zaman sekarang bener-bener enak, dapat duit dari suami, trus pekerjaan rumah dikerjakan prt. karena gak ada kerjaan nyiksa prt dech… bener-bener…

Dan juga ini sebuah komentar dari postingan seseorang di  komunitas Angkringan tentang PNS

badhala ngangkring @ 16 May 2008 | 05:00:57
Kalo mau jadi orang bodoh dan pemalas jadilah PNS ( maaf ya PNS ini kenyataan )…, walopun saya juga ga pernah lulus kalo tes PNS hahahhahahaha .. piss

Begitu mudahnya orang memberi cap negatif suatu profesi, golongan atau status atas kesalahan yang telah diperbuat satu orang .  Andaikan saja salah satu anggota keluargamu kedapatan menyiksa PRT ato seorang  PNS yang korupsi dan kemudian seluruh keluarga dan keturunan dicap keluarga saiko ato koruptor apa kamu bisa terima? Tanpa melihat latar belakang terjadinya.

Itulah Kenapa pola pikir anak kecil dan orang dewasa berbeda?  Itulah kenapa pola pikir orang yang sudah berkeluarga  dan masih single berbeda? Kadang perkataan yang keluar  juga sesuai dengan tingkatannya :)

Sedikit saran

Menikahlah maka kamu akan tahu cara memaknai kehidupan sesungguhnya.
lihatlah lebih dekat maka kau akan bisa lebih bijaksana menilai semuanya.
nek jarene wong inggris  don`t judge a book by it`s cover. Ok?

Comments

14 Responses to “Stigma yang kejam”

Setuju! Dengan kata lain, “kalau nggak tau apa-apa, jangan ngomong yang macem-macem!”.

ya itulah komen dari orang yg blm pernah mersakannya

asik disuruh nikah! heuheuheueh

tapi yang namanya stigma dan stereotype ini emang selalu dengan mudahnya ada tanpa bisa dihindari dan entah kenapa… gimana ya… karena begitulah manusia?

sebenernya gak perlu merasakan untuk bisa mengerti…tapi hanya perlu melihat lebih dalam… dan gak asal njeplak heuheueh

Hmm… sebetul tidak apa-apa juga…
karena dengan “stigma” yang pedas… seringkali orang baru “terbuka mata”… kalau yang biasa-biasa sering di anggap angin lalu…
Stigma pedas… justru akan “memicu” orang untuk segera “melompat” “berlari”.. membuktikan kesalahan stigma yang dilontarkan…
Yang penting harus dengan niatan ikhlas…pas pada sasaran… dan tahu siapa yang dikritik… (jangan mengkritik.. karena nafsu pribadi….)

duh..mbak… wong enggris njiplak jarene tukul hehehehe…. :D

sulit memang untuk membuat orang lain bisa berpikiran lebih bijak, dan itu memang tidak bisa dipaksakan, mereka berhak mengeluarkan pendapatnya masing-masing dan sekali lagi kita diuji untuk menghargai pendapatnya. ada yang bilang “ya..memang sampai disitulah batas pengetahuan mereka” tapi semua kembali kemasing-masing individu.

Opss.. ini terlalu panjang dan tidak menyimpulkan sesuatu dari topik, sekedar berbagi!.

salam,

lihatlah lebih dekat maka kau akan bisa lebih bijaksana menilai semuanya.

nice one uey ;)

kadangkala diam lebih baus drpd ngomong ndak ada juntrungannya

@yanti
setuju.

namun tak jarang reaksi orang akan stigma yang ditempelkan padanya tidak sepositif yang kita harapkan.

kenapa ? karena yang ditabrak adalah ego dan nilai-nilai definisi dirinya.

tak banyak orang yang cukup berlapang dada untuk mengambil hikmah dari stigma negatif tersebut. lebih parah lagi, malah lebih banyak kompor negatif yang kian memperkeruh suasana.

wah sapa tuh yg bilang gituh…iya bener jahat…

temenku juga PNS … blogger jg looh… wah dia ampe mencret2 tuh..kerja mulu … keseringan mpe lembur2 segala… kalo dah akhir tahun…pasti blognya terlantar..gak akan diapdet2 saking sibuknya…
wah jahat lah kalo bilang PNS malas2… dia aja kaleee… yg stress berat gak di terima jadi PNS

itu yg komen ttg pns pasti cuma kenal pns di lingkup kelurahan, kecamatan or wilayah aja. coba deh liat pns yg di unit kerja (dinas, badan, biro, dll). apalagi yg di bagian perencanaan seperti saya :)

hehehe .. semua orang beda memandangnya .. coba memandangnya dilihat sesuai kondisi dan diukur dengan parameter agama ..?? :)

stigma? norma? atau budaya? atau prasangka? ah….

mbaaa..
apakah menikah solusi untuk smua-nya?

Leave a Reply