Lilypie 3rd Birthday Ticker

Kafir

Belakangan ini banyak ormas – ormas yang mengatasnamakan islam rajin berdemo untuk  “memusnahkan “  aliran – aliran yang dianggap mereka sesat. Mungkin yang paling lantang diteriakan adalah ahmadiyah. Dan yang parah lagi diantara yang berdemo meneriakkan kata kafir. Upsss…  pikiranku langsung melayang beberapa tahun silam  . Sering sekali teman maupun bukan teman nyebut ato ngolok aku KAFIR. Begitu mudah bagi orang tau  kalo aku bukan islam  karena aku selalu ngenakan salib.  Mungkin saat itu aku cuek aja dan sedikit tahunya kafir itu julukan untuk orang selain islam. 

“Janji yang terikat erat antara kami dengan mereka adalah shalat. Maka siapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir”. (HR Ahmad dan Ash-habus Sunan dari Buraidah)

Orang islam jika ga shalat berarti bisa dunk disebut kafir? Jangan – jangan yang berteriak kafir sebenarnya mereka sendiri telah masuk golongan kafir?

Dari hasil goggling dapat sumber dari sini oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

DEFENISI KAFIR

[1]. Secara Bahasa

Kafir (secara bahasa) artinya menutup, menghalangi dan menolak. Malam hari juga disebut “kafir”, karena ia menutupi segala sesuatu. Setiap sesuatu yang menutupi yang lain, berarti ia telah kafarahu (menutupinya). Al-Kafir (orang kafir) adalah az-zari’ (penanam), sebab ia menutup benih dengan tanah. Jadi al-kuffar (orang-orang kafir) adalah az-zurra’ (orang-orang yang menanam benih) [ Lihat Mukhtashar Ash-Shihah : 572-573, terbitan Maktabah Al-Hilal, Beirut. Lihat pula Al-Mu’jam Al-Wasith II/791-792, Daar Ihya-u At-Turats Al-Arabi.]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani” [Al-Hadid : 20]

Makna Al-Kuffar di sini, yaitu para penanam (petani), sebab merekamenimbun benih, yakni mereka menutupnya dengan tanah. [Lihat Fathu Al-Qadir oleh Asy-Syaukani V/175]
[2]. Secara Istilah

Ar-Razi mengatakan dalam tafsirnya setelah ia mengakui sangat sulit bagi kalangan ahli kalam (teolog) memberikan batasan makna kafir (orang kafir). Kafir adalah tidak mempercayai sedikitpun apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal hal itu telah diketahui secara nyata. [Lihat At-Tafsir Al-Kabir oleh Ar-Razi II/39, terbitan Daaru Al-Kutub Al-Alamiin.]

Defenisi yang lain : Kafir adalah lawan kata iman yaitu mengingkari salah satu dari apa yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah sampai kepada kita dengan riwayat yang meyakinkan lagi pasti. [Al-Kufru waAl-Mukaffarat, Ahmad Izzuddin Al-Bayanunii 6, terbitan Maktabah Al-Huda.]

MENGKAFIRKAN KAUM YAHUDI DAN NASHRANI

Yahudi dan Nashrani telah Allah nyatakan sebagai golongan kafir. Allah berfirman:

“Artinya : Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;bagaimana mereka sampai berpaling?.
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” [At Taubah : 30-31]

Dengan demikian ayat tersebut menyatakan bahwa mereka itu adalah golongan musyrik. Pada beberapa ayat lain Allah menyatakan dengan tegas bahwa mereka itu kafir, sebagaimana ayat-ayat berikut.

“Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. [Al Maidah:17]

“Artinya : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” [Al Maidah:73]

“Artinya : Orang-orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam” [Al Maidah : 78]

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam..” [Al Bayyinah : 6]

Ayat-ayat tentang hal ini banyak sekali, begitu juga hadits-hadits.  Orang yang mengingkari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani berarti tidak beriman dan mendustakan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, ia juga mendustakan Allah, sedang mendustakan Allah itu kafir.

Lengkapnya baca disini , panjang banget kasihan blogku nanti jadi penuh :D . Semoga ringkasanku ini tepat karena  takutnya mengurangi penjelasan.

← Previous PageNext Page →