toko online

Kafir

Belakangan ini banyak ormas - ormas yang mengatasnamakan islam rajin berdemo untuk  “memusnahkan “  aliran - aliran yang dianggap mereka sesat. Mungkin yang paling lantang diteriakan adalah ahmadiyah. Dan yang parah lagi diantara yang berdemo meneriakkan kata kafir. Upsss…  pikiranku langsung melayang beberapa tahun silam  . Sering sekali teman maupun bukan teman nyebut ato ngolok aku KAFIR. Begitu mudah bagi orang tau  kalo aku bukan islam  karena aku selalu ngenakan salib.  Mungkin saat itu aku cuek aja dan sedikit tahunya kafir itu julukan untuk orang selain islam. 

“Janji yang terikat erat antara kami dengan mereka adalah shalat. Maka siapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir”. (HR Ahmad dan Ash-habus Sunan dari Buraidah)

Orang islam jika ga shalat berarti bisa dunk disebut kafir? Jangan - jangan yang berteriak kafir sebenarnya mereka sendiri telah masuk golongan kafir?

Dari hasil goggling dapat sumber dari sini oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

DEFENISI KAFIR

[1]. Secara Bahasa

Kafir (secara bahasa) artinya menutup, menghalangi dan menolak. Malam hari juga disebut “kafir”, karena ia menutupi segala sesuatu. Setiap sesuatu yang menutupi yang lain, berarti ia telah kafarahu (menutupinya). Al-Kafir (orang kafir) adalah az-zari’ (penanam), sebab ia menutup benih dengan tanah. Jadi al-kuffar (orang-orang kafir) adalah az-zurra’ (orang-orang yang menanam benih) [ Lihat Mukhtashar Ash-Shihah : 572-573, terbitan Maktabah Al-Hilal, Beirut. Lihat pula Al-Mu’jam Al-Wasith II/791-792, Daar Ihya-u At-Turats Al-Arabi.]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani” [Al-Hadid : 20]

Makna Al-Kuffar di sini, yaitu para penanam (petani), sebab merekamenimbun benih, yakni mereka menutupnya dengan tanah. [Lihat Fathu Al-Qadir oleh Asy-Syaukani V/175]
[2]. Secara Istilah

Ar-Razi mengatakan dalam tafsirnya setelah ia mengakui sangat sulit bagi kalangan ahli kalam (teolog) memberikan batasan makna kafir (orang kafir). Kafir adalah tidak mempercayai sedikitpun apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal hal itu telah diketahui secara nyata. [Lihat At-Tafsir Al-Kabir oleh Ar-Razi II/39, terbitan Daaru Al-Kutub Al-Alamiin.]

Defenisi yang lain : Kafir adalah lawan kata iman yaitu mengingkari salah satu dari apa yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah sampai kepada kita dengan riwayat yang meyakinkan lagi pasti. [Al-Kufru waAl-Mukaffarat, Ahmad Izzuddin Al-Bayanunii 6, terbitan Maktabah Al-Huda.]

MENGKAFIRKAN KAUM YAHUDI DAN NASHRANI

Yahudi dan Nashrani telah Allah nyatakan sebagai golongan kafir. Allah berfirman:

“Artinya : Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;bagaimana mereka sampai berpaling?.
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” [At Taubah : 30-31]

Dengan demikian ayat tersebut menyatakan bahwa mereka itu adalah golongan musyrik. Pada beberapa ayat lain Allah menyatakan dengan tegas bahwa mereka itu kafir, sebagaimana ayat-ayat berikut.

“Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. [Al Maidah:17]

“Artinya : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” [Al Maidah:73]

“Artinya : Orang-orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam” [Al Maidah : 78]

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam..” [Al Bayyinah : 6]

Ayat-ayat tentang hal ini banyak sekali, begitu juga hadits-hadits.  Orang yang mengingkari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani berarti tidak beriman dan mendustakan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, ia juga mendustakan Allah, sedang mendustakan Allah itu kafir.

Lengkapnya baca disini , panjang banget kasihan blogku nanti jadi penuh :D . Semoga ringkasanku ini tepat karena  takutnya mengurangi penjelasan.

Comments

18 Responses to “Kafir”

hmm,,,, kafir ngga kafir ngga kafir ngga…
mudah2an yang dianggep kafir bisa cepet disadarkan ke jalan yang benar. dan marilah hidup berdampingan secara damai.

^_^V piss :)

kayaknya saya termasuk nih…
*ngacir…*

postingan yang bagus, semoga banyak yang baca n banyak yang sadar juga…. :)
aammiinn

hati2 mengecap orang sbg kafir sbab klo salah bisa2 jadi kite yang kafir… tapi semoga posting ini bisa menyadarkan banyak pihak.

wah kek judul filem bioskop neh whehehe….

Maklum di Indonesia akhir2 ini banyak orang mengambil kerjaan Tuhan dengan menghakimi keyakinan orang. Males banget.

Sebetulnya sih kata ‘kafir’ itu sendiri tidak perlu terlalu ditakuti atau dibikin ‘horor’. Saya disebut kafir oleh yang nasrani atau yahudi, ya nggak perlu marah sih, itu kan bagaimana cara kita melihatnya saja.

Seringnya memang jadi masalah ketika sesama umat Islam mengatakan kafir kepada Umat Islam yang lain, mungkin juga tidak hanya umat Islam, tapi juga agama lain pun sama. Dalam Islam, terlarang mengatakan kafir kepada sesama Muslim.

1.@irrr = love and peace heueehue
2.@mybenjeng = Termasuk yang mana mas :P
3.@jiban = amienn
4.@ceritalucu = amien
5.@dino = iya tapi sayang belum pernah nonton
6.@toni = cape` dehh hehehe
7.@donny reza = Orang yang asal gitu pengetahuannya juga “asal”

semoga banyak yg sadara ngeliat postingan ini..

bahasan yang bagus :)
semoga bisa lebih detail lagi.

Saya nasrani, saya kafir dong? Hehehe

hore kafirnya tambah satu! saya kan kafir juga :D

Tak ada yang kafir di dunia ini. Kafir di pandangan satu kelompok agama belum tentu kafir di pandangan kelompok agama lain. Jadi kafir itu tidak berlaku universal. Jadi saya yang muslim tidak perlu marah atau takut kalau dikatakan kafir oleh kawan dari agama nasrani misalnya.
Saya lebih setuju pandangan bahwa semua agama itu punya satu kesamaan. Yaitu sama-sama mengajarkan pengikutnya untuk berbuat kebaikan di dunia untuk mendapat kebahagiaan di akhirat.
Kenapa kita tidak menggali kesamaan dari semua agama daripada mencari perbedaannya? Hal ini akan membuat kita bersatu sebagai sesama hamba Yang Maha Kuasa.

Saya sungguh ter-sejuk-kan dengan tulisan Pak Rafki RS.
Andai semua orang seperti Bapak :)
Ya, andai…

Saya orang kafir menurut salah satu definisi di atas.

Untukmu agamamu, untukku agamaku, untuk mereka agama mereka.

Setiap agama punya definisi dan pandangan berbeda2 begitupun tiap - tiap manusianya.

Kalo anda2 diatas yang berkomentar merasa bagian dari kafir yah silakan. Kalo ga merasa yah silakan :)

rafki RS & donny,
yang mengatakan nasrani termasuk kafir dan akan tinggal neraka selamanya itu adalah firman Allah (perkataan Allah) dalam Al-Qur’an.
Jadi bukan umat islam yang menghakimi kalian, tapi itu udah janji dari Allah Tuhan kami dan Tuhan kalian juga.
kalau pun ada orang islam (meminjam istilah dik rafki ’satu kelompok’) yang mengatakan demikian bukan berarti mereka menghakimi kalian, tetapi cuma menyampaikan firman Allah saja,
dan lagipula orang masuk neraka atau surga juga setelah dihakimi oleh Allah.

eh ngomong ngomong
rafki kalau di daur ulang bisa jadi kafir

rafki -> kafir

atau mungkin emang itu maksudnya ya?