Lilypie 3rd Birthday Ticker

cinta tak pernah salah

 Awalnya, ketika seorang pria benar-benar jatuh cinta kepada seorang wanita, dunia terasa indah. Hidup jadi lebih bersemangat dan penuh arti. Apa saja tentang wanita tersebut pasti akan menarik perhatiannya. Setiap kali bertemu, hati bergetar dan jantung pun berdebar. Kemudian, ketika pria menyatakan cinta dan wanita menerima, mereka pun sepakat untuk pacaran. Masa pacaran adalah masa yang paling indah karena memberikan kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara lebih mendalam.

Ketika pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah dan mengucapkan janji setia; dalam suka maupun duka, ketika sehat ataupun sakit, di saat senang ataupun susah—kata-kata tersebut pastilah keluar dari lubuk hati yang terdalam. Artinya, pasangan tersebut telah bersepakat untuk memulai hidup baru bersama dengan modal utama adalah cinta yang mereka miliki. Cinta yang dipercaya akan menjadi perekat hati mereka untuk selama-lamanya sampai maut datang memisahkan.

Akan tetapi, yang sering kita jumpai adalah cinta menjadi luntur hanya setelah beberapa tahun menikah. Bahkan, ada yang di saat pernikahan baru berjalan beberapa bulan atau bahkan ada yang dalam hitungan minggu saja. Mengapa ini bisa terjadi?

Kita semua tahu bahwa di saat pacaran, cinta itu selalu ada karena adanya rasa penasaran yang menyebabkan letupan-letupan kecil di dalam hati. Ketika akan bertemu, pria mungkin bertanya-tanya dalam hati, “Apa yang akan saya katakan kepadanya jika dia keluar menyambut kedatangan saya?” Ketika pasangannya marah, pria selalu tertantang untuk memenangkan hatinya kembali. Segalanya terasa indah sampai ketika pasangan memasuki fase yang namanya ‘perkawinan’.

Setelah resmi menikah dan tinggal di bawah satu atap, di sinilah masalah berawal. Tanpa disadari, kita mulai terbelenggu dengan apa yang disebut ‘rutinitas’ dan ditambah lagi dengan kehadiran anak dalam keluarga. Wanita yang bekerja di luar rumah dan juga harus menjalankan perannya sebagai seorang ibu pasti memiliki beban yang lebih berat dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja.

Akibatnya, tanpa disadari, ketika anak dan pekerjaan menjadi prioritas utama, wanita hampir tidak mempunyai waktu luang untuk memadu kasih dengan pria yang menjadi pasangan hidupnya. Kasih itu bagaikan tanaman yang membutuhkan pupuk untuk menjadi besar dan subur. Pupuk yang utama dalam agar cinta dan kasih dapat tumbuh subur adalah ‘komunikasi’.

Kurangnya komunikasi membuat bagi pasangan suami istri sulit untuk mengungkapkan perasaaan satu sama lain. Ketika ini terjadi, yang sering ada adalah wanita menjadi lebih sensitif, gampang marah, dan sering menyalahkan pria karena merasa tidak dimengerti dan diperhatikan. Pria yang juga merasakan bahwa dia pun memiliki kebutuhan emosional yang harus dipenuhi, biasanya lebih memilih diam dan menyimpannya di dalam hati daripada harus ribut.

“Apa boleh buat, inilah salah satu konsekuensi berumah tangga yang harus saya pikul,” begitulah biasanya yang ada di pikiran laki-laki
“Saya tidak mungkin meninggalkan istri saya karena saya tidak mau kehilangan anak-anak.”

Akhirnya, perlahan tapi pasti, hidup bekeluarga terasa monoton dan membosankan. Hubungan suami-istri menjadi hambar dan kering sehingga hidup serasa hanya untuk memenuhi sebuah kewajiban saja.

Hal ini terus berjalan sampai suatu hari, ketika pria tersebut jatuh cinta lagi kepada wanita lain…

“I slept and dreamed that life was beauty, I woke and found that life was duty.— Saya tidur dan bermimpi bahwa hidup itu indah. Saya terjaga dan menemukan bahwa hidup itu adalah kewajiban.”
~ Nono Sarwono, DTM

Apa yang Membuat Pria Jatuh Cinta Lagi kepada Wanita Lain?
Ketika ditanya, apa yang biasanya membuat pria tertarik atau jatuh cinta lagi kepada wanita lain, beginilah kira-kira jawabannya:

“Saya suka senyumannya yang manis.”

“Saya merasa nyambung ketika berbicara dengannya.”

“Ketika bersamanya, saya menemukan kembali sesuatu yang hilang dalam hidup saya selama ini.”

“Akhirnya, saya menemukan wanita yang saya idam-idamkan selama ini.”

“Dia begitu sempurna.”

“Dia sangat pintar.”

“Dia berasal dari keluarga terpandang.”

“Dia cantik luar dalam.”

“Dia sangat perhatian dan mau mengerti kekuranganku.”

“Saya tidak tahu kenapa saya bisa jatuh cinta kepadanya.”

“Dia memiliki daya tarik seksual yang tinggi.”

“Dia membuat hidup saya menjadi berarti.”

Ini cerita tentang seorang pria asing yang berumur 32 tahun dan telah menikah selama 8 tahun. Istrinya memiliki kedudukan yang tinggi di perusahaan tempatnya bekerja dan sangat sibuk. Ketika WIL-nya (wanita idaman lain), seorang gadis berumur 20 tahun bertanya apakah dia masih mencintai istrinya, dia pun menjawab dengan singkat:

“I loved her with ‘d’ (dibaca di-pen).”

Maksudnya adalah, “Saya mencintainya, tapi sekarang tidak lagi (dalam Bahasa Inggris, untuk melukiskan kejadian yang sudah berlalu, banyak kata kerja diberi imbuhan d atau ed).

Pria tersebut sampai ingin mendapatkan pekerjaan di Jakarta agar dapat selalu dekat dengan WIL-nya. Dia ingin sekali menceraikan istrinya dan menikahi wanita idamannya. Walaupun wanita tersebut menikmati hubungannya dengan pria asing yang telah berkeluarga, tetapi dia tidak mau dinikahi karena tidak ingin menghancurkan kehidupan rumah tangga wanita lain. Mereka pun akhirnya berpisah dan hubungan tersebut meninggalkan banyak kenangan yang terindah.

Jadi, belajar dari kata-kata yang diucapkan pria ketika mereka jatuh cinta lagi, kita dapat menduga bahwa ada hal-hal yang dulu membuat dia jatuh cinta kepada istrinya, yang kini telah hilang. Hubungan yang dibiarkan apa adanya akhirnya akan mengikis rasa cinta yang dulunya ada. Dan, ketika cinta itu telah hilang, ia akan dengan mudah digantikan oleh cinta yang lain. Cinta memang tidak pernah keliru ataupun salah. Mungkin, yang salah adalah perasaan yang menginginkan rasa cinta itu.

Oleh vina tan yang diambil dari sini

Ngomong donkkk ngomong  jadi ingat salah satu iklan Tv yang dulu sempat jadi tren. Tapi memang begitulah kenyataanya, kesulitan berkomunikasi dan terlalu memikirkan akibatnya jika harus dikatakan sering sekali jadi penyebab penderitaan baik diri sendiri dan orang lain

Seperti sekarang ini ketika aku ingin menuliskan semua kalimat yang tersusun rapi  dipikiran dan perasaanku tiba – tiba saja  aku merasa otakku memerintahkan untuk membekukan semuanya itu .

Comments

10 Responses to “cinta tak pernah salah”

keknya simple ya si “komunikasi” ini tapi kok banyak yg bermasalah dengan”nya”…. apalagi kalo suruh komunikasi tentang hati huhuhu…

Segala sesuatu akan sangat baik apabila diawali dari agama. Mencintai seseorang karena Allah (agamanya), karena jika demikian Allah-lah yang akan menjaga kelangsungan hubungan itu. Semua yg bersifat duniawi itu akan hilang, sebuah fatamorgana yang hanya akan menjerumuskan kita kepada dosa dan menjauhkan kita dari Allah.
Kecantikan akan pudar, kekayaan akan habis … semua itu adalah titipan dari Allah. Carilah yang kaya akan keimanan. Karena hanaya dengan keimanan kita akan selamat melalui ujian hidup. Insya Allah.

@killy : Amin

saya sependapat bahwa bahwa kunci kelanggengan suuatu hubungan adalah komunikasi. Tanpa komunikasi, semua akan terasa hambar, dan membuat kecenderungan untuk mencari yang lain.

Kalaupun akhirnya si laki-laki menceraikan istrinya dan kawin dengan sang WIL, akhirnya setelah beberapa tahun jadi bosan juga, dan terulang terus. Repetitif, terjebak dalam lingkaran setan.

Aku percaya bahwa menikah adalah sebuah keputusan besar, bukan persoalan menghidupi keluarga, tapi bagaimana memiliki keluarga yang bahagia.

Jadi ingat pesan pak Haji di Kiamat sudah dekat, bahwa kriteria paling penting waktu dia cari menantu adalah menguasai ilmu ikhlas. Rasanya mulai sangat-sangat make sense untuk aku..

Banyak orang bilang, “coba deh inget-inget waktu pertama dan proses perjuangannya.”

Aku sendiri belajar proses ini, waktu ngontrak rumah dengan teman-teman. Persahabatan yang awalnya akrab sekali, kemana-mana selalu bareng, pelan-pelan mulai hilang. Yang satu suka kebersihan, sementara yang satu lagi gak mau perduli. Yang satu selalu merapikan kamar, sementara yang satu lagi begitu pulang kantor baju dan sepatu bisa nangkring di sofa ruang tamu.

Didiemin terus, bukannya sadar malah makin numpuk. Gak dibiarin, kok malah kayak pembantu. Tapi mungkin ini pentingnya proses komunikasi. Dibahas, dikasi tau.. “coba dong sepatu dan jaketnya ditaruh di tempatnya”.” Sayangnya yang dikasi tau masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Rumit juga ya. Ya sudah lah, “cerai” saja. Harta gono-gini gak usah diributkan 😀

Aku benar-benar belajar proses berumah tangga, minus “ibadah”nya tentunya. Hehehe.

Ini juga lagi aku coba praktekin sama si tersayang. Lagi belajar untuk lebih terbuka.

Halah, kok malah jadi curhat 😀

*sedang mengumpulkan niat dan keberanian untuk menyusul kalian semua*

=)

@poetra = *sedang mengumpulkan niat dan keberanian untuk menyusul kalian semua* <– loh yang koment diatas dah kawin semua hihihi

komunikasi itu harus dan penting…

paling masalahnya jaringan sibuk, low sinyal, dan gak ada pulsa….
*ngomongin hp bukan? ngabur…* 🙂

Seperti semua hal di dunia ini, ada awal dan ada akhir, dan cinta pun tunduk dalam hukum itu,
sudah takdirnya cinta itu mati, yang jadi amsalah adalah waktunya.
Mungkin kesadaran untuk mencukupkan adalah oksigen bagi cinta
halah sok teu

lam kenal

komunikasi emang penting, makanya kau selalu online tiap hari 🙂

duh salah ketik, mau nulis “aku” kok keliru jadi “kau”