Lilypie 3rd Birthday Ticker

Ayat – ayat cinta dan kisahku

avatar.jpg 

Ayat- ayat cinta benar- benar fenomenal banget setelah novelnya ga habis- habisnya dibicarakan baik dunia nyata atopun maya semua membahasnya.  Kini filmnya juga sama hebohnya.  Walaupun penikmat novel seperti saya ini menganggap filmya biasa2 aja ga ada gregetnya. Tapi ya harus dimaklumin karena medianya juga dah beda dan pake sensor. Kalo mo ayat-ayat cinta yang lebih greget pastinya baca novelnya. 

Bukannya aku latah juga untuk memposting tentang ayat- ayat cinta tapi ada yang menarik tentang maria karena ada hal yang akrab sekali dengan duniaku.

Maria adalah seorang gadis Mesir yang manis dan baik budi pekertinya. Kendati demikian, Fahri menyebutnya sebagai gadis koptik yang aneh, karena walaupun Maria itu seorang non-muslim ia mampu menghafal dua surah yang ada dalam Al-Quran dengan baik yang belum tentu seorang Muslim mampu melakukannya. Ia hafal surat Al-Maidah dan surah Maryam. Fahri juga baru mengetahuinya ketika mereka secara tak sengaja bertemu di metro.”  Dan diakhir cerita saat menjelang ajalnya maria menginginkan untuk di islamnya.
 
Cerita Maria ini  akan menambah satu cerita lagi tentang kisah mualaf.  Mengingatkan pada  eyang putriku yang menjelang ajal minta untuk diislamnya ( sama sekali ga ada pengaruh dari  eyang kakungku yang seorang muslim dan selama ini mereka menjalani perkawinan beda keyakinan).

Akupun sendiri mengalami hal yang luar biasa dalam hidup.  Dan kisah dari maria membuatku ingin bercerita kisah mualafku dan ini juga jadi jawaban atas pertanyaan dari  teman – temanku yang  penasaran selama ini. 
Aku dibaptis saat SMU kelas 2 dan kemudian setahun kemudian sakramen penguatan alias krisma.  Tapi setelah itu pernah hari- hariku diisi dengan mimpi – mimpi aneh seperti  masuk masjid, bertemu kakek tua baju putih bersorban, membawa alquran, ke mekkah dll. Tapi semua hanya kuanggap mimpi belaka.  Aku tetap menjalani kehidupanku sebagai seorang nasrani yang taat.

Bahkan hampir ga ada yang percaya melihat bagaimana aku menjalani kehidupanku sebagai seorang nasrani kok tahu – tahu masuk islam.  Hampir tiap hari aku ikut misa harian tiap jam 5 pagi ( disamping misa tiap sabtu minggu ).  Aku juga selalu ikut sembahyangan rutin yang diadakan dilingkungan semingu 3x.  Aku aktif di gereja bahkan bendahara dari mudika gereja baik semasa di gresik maupun di kemetiran jogja.  Injil hampir semua dah kubaca dan hapal.  Tapi suatu hari saat merenung rasanya aku ga mendapat “rasa” yang aku inginkan. Ga ada yang benar – benar “klik” .

Kemudian aku mulai mencari pembanding dengan agama- agama lain, semuanya dari bermacam2 kristen protestan, hindu, budha, islam kupelajari.  Tapi hatiku lebih tertarik ke islam.  Apalagi ga bisa kupungkir seperti halnya Maria ( ayat2 cinta ) akupun juga hapal surat2 pendek alquran dan ajaran2 tentang islam.  Karena dulu masa kecil masa sekolahku dihabiskan di gresik yang notabene kota santri,  pastinya sekolahku di sekolah umum karena disana ga ada sekolah selain islam.  Jadi tiap pelajaran agama islam aku selalu menghabiskan waktu didalam kelas alhasil akupun ikut belajar agama islam.  Tak jarang jika guru menulis dalam bahasa arab akupun ikut menulisnya. Itu masih sebagian kecil aja, belum lagi agenda- agenda acara keagamaan. Dengan kata lain aku sudah akrab dengan islam.

Setelah lulus SMU aku ke jogja tinggal bersama eyangku.  Tapi karena ortuku menolak keras keinginanku untuk kuliah di jurusan kimia akhirnya aku memilih untuk kerja saja daripada ” dipaksa ” atau ” terpaksa” sesuatu yang tak aku inginkan.  Maklum egonya masih tinggi lha baru aja nikmatin umur 17 tahun saat lulus smu.

 Kemudian aku bertemu seseorang yang kuyakin bisa membimbingku dan mengajariku tentang islam.  Dan setahun kemudian seseorang inilah yang menjadi suamiku setelah  aku mantap mengucapkan kalimat syahadat.

” Aku mencintaimu karena Allah karena agamamu , begitu semua hilang dari dirimu maka pudarlah sudah cintaku padamu “.

Diperjalananku 3 tahun menjadi seorang mualaf dan muslimah masih ” sangat muda ” .  Imanpun juga naik turun tapi aku tetap berusaha menjadi seorang yang sholehah dan bisa dibilang inilah yang membuatku memutuskan berjilbab.  Karena doa anak sholeh dan sholehah dijamin akan dikabulkan oleh Allah. Hanya ini yang bisa kuberikan kepada kedua orang tuaku yang setulus hati mengiklaskan aku masuk islam walaupun dalam hatiku juga menginginkan kedua orang tuaku masuk islam juga.

   
 

Comments

17 Responses to “Ayat – ayat cinta dan kisahku”

Mamanya kelsa juga sepertimu, tapi ceritanya jauh berbeda 🙁

Huhu, ceritanya inspiring, dan sekaligus “menyindir” aku secara personal. Jadi malu sama diri sendiri gitu, dari kecil udah islam, belajar di sekolah agama juga selama hampir 8 taun, tapi kok sekarang jarang banget meluangkan waktu untuk memperdalam agama.

Oh iya, kemaren pas aku nonton AAC, walaupun gak terlalu “greget”, tapi aku nangis.. inget dosa, hehe..

thanks for sharing mbakyu =)

jadi terharu baca kisahmu 😉
aku jg sudah nonton AAC, awalnya boring tapi lama² ya… lumayan deh 😀
lain halnya dg baca novelnya, emang ‘greget’nya mungkin di novelnya itu 🙂

@mikow = mamanya kelsa lebih menyedihkan yah mik koq pake icon sad 🙁

@poetra = hayoo jgn2 inspiring buat nyari kekasih/istri mualaf hehehe

@linae = gara2 kepincut novel AAC akhirnya semua karya2 Habbiburahman el shirazy kubeli semua.

hidayah yang didapat orang-orang memang beda2 🙂
terus berjuang ya 😉

eh ndut… apaan sih ayat² cinta? ra mudeng aku :))

@fiqhi = thx 😉

@istanto = baru turun gunung yah mas 😛

🙂 nice

mengharukan mba critanya…
semoga tetep istiqomah
dan suami tercinta slalu membimbing sedemikian ^^

wah penulis AAC terinspirasi oleh anda neh… 🙂
semoga hidayah datang pada kedua orang tua anda, amin…
salam kenal…

@enils = thx

@jaka = amien

@mybenjeng = amien … wah ketemu mbek wong gresik ki hehehe

untung tak baca dulu postingnya hehehe
padahal tadi baca judulnya udah mau komentar
*ah ayat-ayat cinta lagi*

mbak tak doakan Kabul Pinuwune, Punjul Imane dari hari ke hari, Amin…

demam gpp asal ngga sampe opname tohh 🙂 *halah wong nggresik kumpul kabeh tibake, salam*

@ tumes_semut = Budayakan membaca dulu sebelum berkomentar 😛

@agus rest = wah wong gresik do cangkruk nang kene :))

selamat. di keluarga saya pun ada beberapa yang mualaf.

salam kenal.

Semoga kita tetap di beri kekuatan Iman, Islam.

leah, you have a very interesting life story.
it was a really nice plot.

why don’t you write a beautiful novel base on that?